• Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H   • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa & Perubahan Jam Layanan Selama Bulan Ramadhan   • Pemberitahuan Pengenaan Biaya Administrasi Bank Ekonomi
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Tech Info | Tech Alert | Tech Talk | Download | Linux Center | Site Info | Tips & Tricks | Review | Consultation |
 
   
Tech Info  
 




Bisnis Indonesia

'Razia software hendaknya fokus ke perusahaan'
Tech Info Fri, 10 Nov 2006 10:00:00 WIB

Jakarta - Fokus razia software ilegal hendaknya diarahkan kepada perusahaan, mengingat tingkat pelanggaran oleh end user korporasi ini dinilai cukup tinggi.

Menurut Justisiari P. Kusumah, Wakil Sekjen Masyarakat HaKI Indonesia, keuntungan ekonomi yang didapat oleh perusahaan yang menggunakan software ilegal sangat besar.

"Perusahaan besar hendaknya menjadi fokus operasi penegakan hukum di bidang software ilegal," kata Justisiari pada acara seminar Penegakan HaKI dalam Pengembangan Peranti Lunak di Indonesia di Jakarta kemarin.

Selain di perusahaan, ujarnya, peredaran software ilegal di pusat perdagangan kini tetap marak. Namun, dia mengakui sudah mulai ada sedikit penurunan akibat gencarnya razia yang dilakukan oleh polisi.

Dia mengemukakan bahwa vonis terhadap pelanggaran hak cipta, khususnya di bidang software, kini sudah ada perbaikan, sehingga mulai timbul rasa takut bagi pedagang untuk menjual produk ilegal..

"Pada tahun-tahun sebelumnya, pedagang software ilegal sering dijatuhi hukuman percobaan. Tapi, sekarang banyak pedagang software ilegal masuk penjara. Orang mulai takut menjual barang bajakan," ujarnya.

Pasar teknologi informasi
di Indonesia (US$juta)
Jenis200520062008*
Software123137153
Hardware1.3531.5461.748
IT Service255292334
Sumber: IDC
Ket: *) Perkiraan

Sementara itu, Djarot Soebianto, Ketua Asososiai Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), berpendapat penegakan hukum di bidang software akan berdampak pada pengembangan industri software di dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri kecil dan menengah.

"Industri software di dalam negeri akan tumbuh bila tingkat pembajakan di dalam negeri bisa dikurangi. Untuk menghilangkan sama sekali pembajakan software tidak mungkin," kata Djarot pada acara seminar tersebut.

Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan riset IDC, katanya, pasar bisnis software di dalam negeri pada 2008 diperkirakan mencapai US$153 juta atau meningkat dibandingkan perkiraaan tahun ini sebesar US$137 juta.

Indra Sosrodjojo, eksekutif Andal Software Sejahtera, pada seminar yang sama menyorot dampak buruk dari maraknya pembajakan terhadap software.

Oleh Suwantin Oemar

Sumber: Bisnis Indonesia




Other articles

Acer utamakan kota besar dalam program PC murah
Fri, 10 Nov 2006 09:58:00 WIB
Telkom benahi Flexi Combo
Fri, 10 Nov 2006 09:57:00 WIB
Beli Windows Vista Gratis Nama Domain?
Thu, 09 Nov 2006 15:22:00 WIB

 

 
The Globe Journal Vaksincom Majalah Biskom Nurul Fikri
 
Agenda
 
September 2010
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
 
 

2.2

Versi terbaru sistem operasi Android dari Google dengan nama sandi Froyo.
 
Review
 
Fri, 03 Sep 2010 11:19:00 WIB
Motorola Milestone 2
Jagonya Merekam Video