| |
|
 
'Razia software hendaknya fokus ke perusahaan' Tech Info Fri, 10 Nov 2006 10:00:00 WIB Jakarta - Fokus razia software ilegal hendaknya diarahkan kepada perusahaan, mengingat tingkat pelanggaran oleh end user korporasi ini dinilai cukup tinggi.
Menurut Justisiari P. Kusumah, Wakil Sekjen Masyarakat HaKI Indonesia, keuntungan ekonomi yang didapat oleh perusahaan yang menggunakan software ilegal sangat besar.
"Perusahaan besar hendaknya menjadi fokus operasi penegakan hukum di bidang software ilegal," kata Justisiari pada acara seminar Penegakan HaKI dalam Pengembangan Peranti Lunak di Indonesia di Jakarta kemarin.
Selain di perusahaan, ujarnya, peredaran software ilegal di pusat perdagangan kini tetap marak. Namun, dia mengakui sudah mulai ada sedikit penurunan akibat gencarnya razia yang dilakukan oleh polisi.
Dia mengemukakan bahwa vonis terhadap pelanggaran hak cipta, khususnya di bidang software, kini sudah ada perbaikan, sehingga mulai timbul rasa takut bagi pedagang untuk menjual produk ilegal..
"Pada tahun-tahun sebelumnya, pedagang software ilegal sering dijatuhi hukuman percobaan. Tapi, sekarang banyak pedagang software ilegal masuk penjara. Orang mulai takut menjual barang bajakan," ujarnya.
Pasar teknologi informasi di Indonesia (US$juta) | | Jenis | 2005 | 2006 | 2008* | | Software | 123 | 137 | 153 | | Hardware | 1.353 | 1.546 | 1.748 | | IT Service | 255 | 292 | 334 | Sumber: IDC Ket: *) Perkiraan
Sementara itu, Djarot Soebianto, Ketua Asososiai Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), berpendapat penegakan hukum di bidang software akan berdampak pada pengembangan industri software di dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri kecil dan menengah.
"Industri software di dalam negeri akan tumbuh bila tingkat pembajakan di dalam negeri bisa dikurangi. Untuk menghilangkan sama sekali pembajakan software tidak mungkin," kata Djarot pada acara seminar tersebut.
Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan riset IDC, katanya, pasar bisnis software di dalam negeri pada 2008 diperkirakan mencapai US$153 juta atau meningkat dibandingkan perkiraaan tahun ini sebesar US$137 juta.
Indra Sosrodjojo, eksekutif Andal Software Sejahtera, pada seminar yang sama menyorot dampak buruk dari maraknya pembajakan terhadap software.
Oleh Suwantin Oemar |  |
 
Other articles
|
|
|
|